Hidup nggak kaya roda, tapi kaya gasing



Tergantung perspektif mana yang kita pakai, hidup bisa kaya apa aja. Bagi saya, hidup itu berproses. Dari mulai diplintir, munyer, sampai ngglethak lagi. Hidup yang diberikan lho, bukan hidup yang dijalani. Karena adalah sombong kalau kita nggak bersyukur atas hidup kita.

Merawat Rahasia

Wanita yang memamerkan pahanya
Hendaklah jangan tersinggung
Kalau para lelaki memandanginya
Sebab demikianlah hakekat tegur sapa

Siapa ingin tak menyapa tak disapa
Tinggallah di bilik yang tertutup pintunya
Sebab begitu pintu dibuka
Orang berhak mengetuk dan menyapa

Maka dengan menonjolkan auratnya
Wanita memberi hak kepada lelaki siapa saja
Untuk menatapi benda indah suguhannya
Serta membayangkan betapa nikmat rasanya

Hendaklah wanita punya rasa sayang
Kepada ratusan lelaki di sepanjang jalan
Dengan tidak menyodorkan godaan
Yang tak ada manfaatnya kecuali untuk dipandang

Adapun lelaki, sampai batas usia
Hanya bisa berkata: Betapa indah wanita!
Maka bantulah ia merawat rahasia
Yang hanya boleh dikuakkan oleh istrinya

Emaha Ainun Nadjib

komunikasi gaya mukiyo

pertama kali saya kenal mukiyo saya langsung terhenyak dan tertawa. Begitu lucunya pacar saya (itu dulu,kalo sekarang mantan) cerita bahwa analogi orang yang suka nggombal di tanah kulonprogo dan sekitarnya adalah mukiyo. Gombal mukiyo. Lalu entah secara sadar atau tidak, mukiyo ini saya catut dalam analogi saya terhadap pola komunikasi yang absurd. Abstrak. Kesadaran kolektif saya resmi memilih kata ini. Ketika engkau bingung membaca paragraf ini, maka tercapailah apa yang disebut dengan komunikasi ala mukiyo. Komunikasi abstrak. Nah, berbeda dengan hal tadi, sebenarnya saya pengen ngomong ini hari adalah apa yang kita komunikasikan ke orang lain, kadang walaupun secara menggebu gebu kita berbicara, apa yintisari dari omongan kita nggak jelas. Kosong. Contoh dari hal sebaliknya adalah ketika ada seorang perempuan sedang mengepel lantai dan kemudian saya menatap dia secara dalam lalu kami saling menatap dalam tajam hanya sekitar 3detik mungkin. Tapi itu efektif. Kami tahu apa yang kami maksud. Komunikasi verbal.

selama ini saya lebih sering ngelindur dibanding ngawur

ngawur itu butuh energi. Butuh buah pikir yang matang dan terkonsep. Hanya saja mungkin dalam pelaksanaanyya agak grusa-grusu jadi ya hasilnya tidak selesai. Sedangkan ngelindur? Engkau pernah ngelindur? Kalau belum, cobalah hidup bagaikan raja. makan, tidur, ngemil nonton tivi, tidur, twitter, makan, dst. Tapi ya bagaikan lho. Bukan raja beneran. Jadi juga harus tahan banting kalau semisal makannya cuma sarimi, tidurnya di kasur busa 3 senti. Humm, tapi diatas semua itu, tetap bersyukurlah saya :)