Unfinished Buddha or Unfinished Solomon?


Sesuatu yang nggak selesai kadang punya satu filosofi tersendiri. seperti kata Mas Cebolang ketika melihat arca di puncak Borobudur:  Paran darunane iki, reca agung tur neng puncak, teka tan langkep ing warni. Yen pancen durung dadi, iku banget mokalipun; baya pancen jinarag, embuh karepe kang kardi. Mara padha udakarenen ing driya.” Artinya kurang tau apa, kurang lebih Mas Cebolang mempertanyakan keberadaan arca yang tidak lengkap ini dalam stupa puncak, “Kalau belum jadi, pastilah mustahil. Mungkin memang disengaja. Entah apa maunya yang membuat? Mari kita renungkan dalam hati!” 

Bentuk yang tidak sempurna ini menggambarkan moksa: dari ada bentuk ke tiada bentuk, dari rupa ke arupa.

3 komentar:

Che mengatakan...

Sudah d jelaskan ada yg tidak di selsaikan dan ini satu satunya bukti yg ada ...kitab Tuhan.

Che mengatakan...

Sudah d jelaskan ada yg tidak di selsaikan dan ini satu satunya bukti yg ada ...kitab Tuhan.

Emha Z mengatakan...

Pekerjaan yang terpaksa tidak diselesaikan agar manusia akhir zaman dapat membuka tabirnya, paling tidak tabir bahwa Tuhan itu Maha Esa. Dia menurunkan agama sebagai tongkat estafet yang ajarannya disesuaikan dan disempurnakan dari zaman ke zaman.